Ambon, BM.com-Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena angkat bicara soal lambatnya proses pengangkatan raja pada sejumlah negeri di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa lambatnya proses pengangkatan raja di sejumlah negeri bukan disebabkan oleh Pemerintah Kota Ambon, melainkan karena belum adanya kesepakatan di Badan Saniri Negeri masing-masing.

Hal ini disampaikan saat ditemui beberapa awak media di Kantor Kecamatan Sirimau, Senin (08/12/25).

Wali Kota menjelaskan, dari lima negeri yang tengah berproses, Pemkot Ambon telah melakukan seluruh bentuk fasilitasi dan pendampingan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Saniri sebagai pemangku adat.

“Lima negeri saja, Pemerintah Kota sudah melakukan semua upaya, fasilitasi, dan pendampingan. Tapi ya, Tuhan saja yang tahu. Kita kembalikan kepada Badan Saniri Negeri masing-masing,” bebernya.

Menurut Bodewin, Pemkot baru dapat bertindak setelah Badan Saniri Negeri mengusulkan calon kepala pemerintahan negeri atau raja. Selama pengusulan belum dilakukan, pemerintah tidak dapat melangkah lebih jauh.

“Jadi tergantung mereka. Kalau mereka mau cepat, kami siap cepat, kalau mereka mau lambat, kami ikut lambat. Jadi kendalanya ada di Saniri? Ya, di Saniri. Pastilah,” tegasnya.

Bodewin mencontohkan Negeri Rumah Tiga, di mana telah ada putusan pengadilan yang inkrah terkait kepemimpinan negeri. Namun hingga kini Badan Saniri belum mencapai kesepakatan untuk mengusulkan calon raja.

“Makanya saya bilang, jangan tanya ke Pemerintah Kota soal itu, karena kami sudah fasilitasi semua hal. Itu berpulang kepada pemangku adat di masing-masing negeri,” tegasnya.

Sambil menunggu proses adat yang belum terselesaikan, Pemkot Ambon untuk sementara menempatkan penjabat sebagai pelaksana tugas di negeri-negeri yang belum memiliki raja definitif.

“Untuk sementara, kita tempatkan penjabat. Begitu saja,” ujarnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *