
Ambon, BM.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Kesehatan mulai memperkenalkan metode skrining kanker serviks terbaru, yaitu HPV DNA sebagai Co-Testing Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Langkah ini ditempuh untuk memperkuat upaya deteksi dini dan mendukung target nasional eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, dalam kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, mengungkapkan bahwa kanker serviks masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia, dengan lebih dari 36.000 kasus baru dan sekitar 21.000 kematian secara nasional setiap tahun.
“Di tengah upaya pemerintah mencapai eliminasi kanker serviks tahun 2030, peningkatan cakupan deteksi dini menjadi salah satu strategi utama,” ujar Ely Toisutta.
Ely Toisutta mengungkap data di Kota Ambon, di mana cakupan skrining IVA pasca pandemi COVID-19 masih di bawah 5%. Dari persentase tersebut, sekitar 2% hasilnya positif dan 15% dari kelompok positif ini dicurigai sebagai kasus kanker serviks yang memerlukan tindak lanjut rujukan.
Karena tantangan tersebut, Ely Toisutta menekankan pentingnya adopsi metode skrining HPV DNA. Metode ini dinilai lebih akurat dan sensitif karena mampu mendeteksi keberadaan virus HPV, penyebab kanker serviks, bahkan sebelum terjadi perubahan sel.
“HPV DNA memberikan hasil yang lebih objektif dan konsisten, serta memungkinkan interval pemeriksaan diperpanjang hingga lima tahun jika hasilnya negatif,” jelasnya. Ia berharap, dengan metode ini, Pemkot dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program skrining.
Pemkot Ambon kini telah memiliki dua unit layanan krioterapi untuk penanganan lesi pra-kanker yang berfungsi di Puskesmas Benteng dan Puskesmas Karang Panjang.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkot Ambon dengan PT Biofarma. Vice President Marketing Operation PT Biofarma, Hersi Rosilani, menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Kemenkes dan semangat Hari Kesehatan Nasional, “Generasi Sehat, Indonesia Hebat.”
“Wanita yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, dan dari sanalah masa depan bangsa yang kuat dan bahagia bermula. Mari terus kita kobarkan semangat hidup sehat dan deteksi dini,” kata Hersi.(**)
